Selasa, 16 Januari 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

 

LOMBA LKTI NASIONAL DAN LOMBA INSPIRING SHORT MOVIE BIOMA 2018




Assalamualaikum 
Salam Generasi Emas Indonesia

Buat anda teman-teman Mahasiswa Diploma dan S1 seluruh Indonesia...

Yang mempunyai ide dan gagasan cemerlang untuk SDGs 2030 Indonesia, yang memiliki bakat kepenulisan, penelitian atau bahkan anda yang berbakat dalam berkreasi video.

Keluarga Mahasiswa Bidikmisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada tahun ini mempersembahkan:
1.      Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional
2.      Lomba Inspiring Short Movie

Yang dirangkum dalam rangkaian acara Bidikmisi on March (BIOMA 2018)

Tema :
“Peran Inovasi Pemuda dalam Mewujudkan Nawacita Indonesia Guna Menyongsong Sustainable Development Goals (SDGs) 2030”

Sub Tema :

1. Pendidikan
2. Sosial dan Budaya
3. Hukum
4. Ekonomi
5. Sains dan Teknologi
6. Agrokompleks
7. Lingkungan
8. Kesehatan

Timeline :

Pendaftaran dan Pengumpulan Karya Tulis Ilmiah    : 20 Desember 2017 – 04 Februari 2018
Pendaftaran dan Pengumpulan Full Movie ISM        : 20 Desember 2017 – 11 Februari 2018
Pengumuman 10 Besar Finalis LKTI dan ISM          : 25 Februari 2018
Technical Meeting                                                       : 23 Maret 2018
Presentasi Finalis                                                         : 23 Maret 2018
Field Trip                                                                    : 24 Maret 2018
Malam Puncak dan Penganugerahan                          : 24 Maret 2018

Hadiah dan Penghargaan

1.     Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional
        Juara 1              : Rp. 3.000.000 + Thropy + Sertifikat + Field trip
        Juara 2              : Rp. 2.000.000 + Thropy + Sertifikat + Field trip
        Juara 3              : Rp. 1.000.000 + Thropy + Sertifikat + Field trip
        Harapan 1         : Thropy + Sertifikat + Field trip
        Harapan 2         : Thropy + Sertifikat + Field trip
        10 Besar            : Sertifikat Finalis + Field trip
        50 Besar            : E-Sertifikat Semi Finalis
        Seluruh Pendaftar : E-Sertifikat Peserta

2.      Lomba Inspiring short Movie
        Juara 1             : Rp. 5.000.000 + Thropy + Sertifikat + Field trip
        Juara 2             : Rp. 4.000.000 + Thropy + Sertifikat + Field trip
        Juara 3             : Rp. 3.000.000 + Thropy + Sertifikat + Field trip
        Harapan 1        : Thropy + Sertifikat + Field trip
        Harapan 2        : Thropy + Sertifikat + Field trip
        10 Besar            : Sertifikat Finalis + Field trip
        25 Besar            : E-Sertifikat Semi Finalis
        Seluruh Pendaftar : E-Sertifikat Peserta


Untuk Panduan Lomba klik link dibawah ini :

------> LKTI NASIONAL http://bit.do/LKTIN
------> LOMBA ISM http://bit.do/ISM
dan LOGO BIOMA 2018 klik disini


Informasi Lebih Lanjut

Web                : www.bioma-kbmb.rf.gd
Blog                : https://kbmb-maliki.blogspot.com
Email              : bioma18.uinmalang@gmail.com
Twitter            : @kbmb_uinmalang
Facebook        : KBMB UIN Maliki Malang
Instagram       : kbmb_uinmaliki / bioma_official
Contact           : 083834620933 (Herlina / LKTI Nasional)
085847441382 (Tyas / Lomba Short Movie)
Share:

Rabu, 15 November 2017

 

Perkuat Tali Silaturrahmi, Mahasiswa Bidikmisi adakan Khotmil Qur’an Rutinan


KBMB- Menjalin tali silaturrahmi sesama keluarga mahasiswa bidikmisi kali ini dikerahkan melalui kegiatan yang bernuansa khidmat. Khotmil Quran, inilah kegiatan yang baru saja diselenggarakan oleh departemen Keagamaan pada Sabtu (11/11). Khotmil yang diselenggarakan di basecamp putra ini dimulai sekitar pukul 08.0 WIB. Dengan kuantitas peserta yang terbilang cukup. Dihadiri oleh beberapa pengurus, anggota KBMB dan tentunya maba angkatan 2017.

Bukan tanpa alasan diadakannya khotmil ini, salah satu tujuannya yaitu untuk mempererat hubungan kekeluargaan. “Tujuannya banyak sih, tapi jika dikerucutkan itu semua mengarah ke silaturrahmi”, jelas Kiki selaku Co Departemen Keagamaan. Rencananya, khotmil akan digelar sebanyak empat kali dalam satu periode kepengurusan. Yang dua kali diantaranya digelar di rumah dosen.

Selain menjaga persaudaraan tetap utuh, departemen keagamaan mengupayakan komunikasi lewat media online juga. One month one juz, itulah sebutannya. Dengan adanya program seperti ini maka diharapkan mahasiswa bidikmisi juga dapat melakukan kegiatan membaca Al-Qur’an rutin di rumah masing-masing yang pelaksanaannya tergantung kepada mahasiswa sendiri yang sekiranya mempunyai waktu luang selama satu bulan tersebut. Sehingga terkesan tidak memaksa dan memang muncul dari hati nurani mahasiswa bidikmisi sendiri. (hid/fah)
Share:

Jumat, 10 November 2017

 

Mengapa Kau Harus Ku Kenang?


Sebuah fenomena yang tak asing lagi bagi kita sebagai rakyat Indonesia dengan peringatan hari pahlawan tepatnya pada tanggal 10 November. Sejak SD, SMP, SMA bahkan di perguruan tinggi pun kita tidak lepas untuk mempelajari dan memperingati hari pahlawan, karena hal itu sangat penting untuk dilakukan oleh warga negara Indonesia demi mengenang jerih payah perjuangan para Pahlawan.
Bukankah Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945, mengapa masih ada pertempuran 10 November di Surabaya? Pasti dalam benak kita masih bertanya-tanya tentang hal itu.
Dengan kekalahan Jepang menghadapi Sekutu, maka kemerdekaan bangsa Indonesia telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno, yaitu ketika pasukan pendudukan Jepang masih belum dilucuti oleh Sekutu. Pasca proklamasi kemerdekaan, para pemuda Surabaya berhasil memperoleh senjata dari tentara Jepang. Tanggal 26 Oktober 1945, dicapai kesepakatan antara pimpinan Indonesia dengan Brigadir Mallaby, yang isinya antara lain “yang dilucuti senjata-senjatanya hanya Tentara Jepang. Tentara Inggris selaku wakil sekutu akan membantu Indonesia dalam pemeliharaan keamanan dan perdamaian, setelah semua senjata Tentara Jepang dilucuti, mereka akan diangkut melalui laut”. Meskipun kesepakatan baru saja tercapai, Sekutu justru mengingkarinya. Akhirnya, pimpinan militer di Surabaya memberikan perintah untuk menyerbu seluruh pos pertahanan Inggris (sebagai perwakilan sekutu). Hal itu mengakibatkan tewasnya Brigadir Mallaby. Penyebab tewasnya Mallaby sendiri masih menjadi misteri. Ada yang mengatakan tertusuk bayonet dan bambu runcing pemuda, namun berdasarkan surat dari Kapten Smith kepada Parrot, kemungkinan besar Mallaby terbunuh karena ledakan granat yang dilempar pengawalnya sendiri.
Pihak Inggris menuntut pertanggung jawaban pihak Indonesia. Pada tanggal 31 Oktober 1945, Letnan Jenderal Christison, memperingatkan kepada rakyat Surabaya untuk menyerah, apabila tidak mereka akan dihancurkan. Rakyat Surabaya tidak mau memenuhi tuntutan tersebut, Kontak Biro Indonesia mengumumkan bahwa kematian Mallaby merupakan suatu kecelakaan. Dan pada tanggal 9 November 1945 pukul 14.00, Mansergh (pihak Inggris) menyampaikan ultimatum di Surabaya yang isinya “Seluruh pimpinan Indonesia harus berbaris satu persatu membawa segala jenis senjata yang mereka miliki. Senjata tersebut harus diletakkan di tempat yang berjarak 100 yard dari tempat pertemuan, setelah itu orang-orang Indonesia harus datang dengan tangan di atas kepala mereka, dan akan ditahan, dan harus siap untuk menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat.”
            Dengan adanya ultimatum ini, pemimpin Surabaya mengadakan pertemuan. Sebelum waktu ultimatum habis, kota surabaya telah dibagi menjadi 3 sektor pertahanan. Soengkono mempersilahkan siapa pun yang ingin meninggalkan kota. Namun, mereka bertekad untuk mempertahankan kota Surabaya. Mereka membubuhkan tanda tangan pada secarik kertas sebagai tanda setuju dan diteruskan dengan ikrar bersama untuk menolak ultimatum tersebut. Tanggal 10 November 1945 pukul 06.00, setelah habisnya ultimatum,  Inggris mulai menggempur Surabaya. Inggris juga berhasil menguasai garis pertama pertahanan rakyat Surabaya. Rakyat Surabaya tidak tinggal diam, mereka melakukan perlawanan atas serangan tersebut. Pertempuran yang tidak seimbang selama tiga minggu telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. Selain itu, diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya, yang hampir hancur total terkena serangan Sekutu. Sementara di pihak Inggris tercatat 1.500 tentara Inggris tewas, hilang, dan luka-luka. Pertempuran Surabaya berakhir dengan kekalahan pihak Indonesia. Akan tetapi, perang tersebut membuktikan bahwa rakyat Indonesia rela berkorban demi mempertahankan kemerdekaan mereka, meskipun harus dibayar dengan nyawa. Sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan yang dengan berperang dengan gigih melawan Sekutu di Surabaya, tanggal 10 November 1946 Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.
            Dari sejarah perjuangan pertempuran Surabaya, sudah selayaknya untuk kita mengenang jasa para pahlawan dengan cara mengadakan upacara bendera untuk memperingati hari pahlawan setiap tanggal 10 November. Tidak hanya itu, kita harus belajar dengan rajin, mencintai produk dalam negeri serta bisa memfilter budaya-budaya barat yang masuk ke dalam negeri. Selama benteng-benteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membuat secarik kain merah dan putih maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun. Untuk itulah mengapa kau harus ku kenang karena kau sangat berarti bagi kehidupan. (evd)
 
Share:

Jumat, 13 Oktober 2017

 

Diskusi bersama KBMB & LKP2M UIN Maliki Malang “Dialektika Arah Pembangunan Negara Indonesia Selama 6 Masa Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045”





           Ambisi_10/10/2017 forum diskusi di gedung B lantai 1 bagian utara UIN MALIKI MALANG merupakan forum yang sederhana namun bernuansa sangat hangat antara pemateri dan audien, terlebih dengan bergabungnya para mahasiswa LKP2M yang juga sangat antusias dalam mengikuti jalannya diskusi. Materi disampaikan oleh Gus Muazzin jurusan Psikologi sebagai pemateri pertama kemudian dilanjutkan oleh Kak Arif Rahman jurusan Pendidikan Agama Islam sebagai pemateri kedua.
Diawali dengan pemateri yang pertama yaitu menjelaskan tentang alasan mengapa topik yang dibahas adalah “Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Indonesai menuju Indonesia Emas 2045” yang sejatinya pada tahun 2045 bangsa Indonesia telah genap berusia 100 tahun. Oleh karena itu, jika kita ingin melihat kondisi Indonesia di masa depan maka kita harus melihat kondisi pemuda pada hari ini. Peradaban modern memang banyak dipelopori oleh para kaum pemuda, akan tetapi anggapan bahwa pemuda adalah pemimpin masa depan itu tidaklah benar. Tetapi yang lebih tepat yaitu bahwa  pemuda dalah pemimpin hari ini. Jadi, hal-hal kecil sebagai pemuda yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan pembangunan Indonesia, Pertama ketika kita ingin adanya pembaharuan pada suatu negara, apa yang menjadi potensi; minat; dan bakat yang kita miliki harus dikembangkan. Meskipun potensi yang kita miliki hanya beberapa atau sedikit tetapi jika kita mau mengembangkannya itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Dan ketika kita dapat berkontribusi kepada masyarakat biarpun itu kecil maka percayalah pasti akan berdampak besar kedepannya. Kedua, kita dapat berkolaborasi antara potensi-potensi yang kita miliki sehingga akan diperoleh penemuan-penemuan baru yang bermanfaat. Ketiga, pemuda haruslah mempunyai rasa peduli terhadap suatu konflik disekelilingnya karena dari situlah diharapkan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi tersebut. Indonesia emas (golden age) 2045 tidak akan tercapai jika kita hanya memiliki cita-cita yang besar tetapi hanya diam tanpa melakukan tindakan untuk merealisasikannya. Jika kita tidak bisa menghadapi zaman, maka bersiaplah untuk sengsara di masa depan.
       Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh kak Arif Rahman  mengenai persiapan yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk menuju Indonesai emas (Golden Age) 2045. Menurutnya aspek penting yang menjadi pokok utama yang harus dipersiapkan bangsa Indonesia untuk menuju indonesia emas 2045 yaitu aspek bidang pendidikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa majunya suatu negara dpat dilihat dari SDM (sumber daya manusia) yang tedapat di suatu negara tersebut. Apabila suatu negara tersebut mempunyai SDM yang tinggi, maka dapat dipastikan negara tersebur tergolong negara maju dan bukan lagi negara yang masih berkembang. Dan untuk mendapatkan SDM yang tinggi tentulah suatu negara harus mampu memperbaiki sistem pendidikan yang diterapkan dinegaranya. Nah maka dari itulah, Indonesia yang sekarang ini tergolong negara yang masih berkembang harus mampu mewujudkan perubahan untuk menjadi Indonesia emas 2045 yang dimulai dari sekarang dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih baik demi terwujudnya cita-cita bangsa yang adil dan makmur untuk kesejahteraan Indonesia. (fah)
AMBISI...!
Semangat Meraih Mimpi
Semangat Mengukir Prestasi
BIDIKMISI...!
Semakin Terdepan
Share:

Senin, 09 Oktober 2017

 

SAMUDRA (cipta: Alifia Rahmawati Ramadhani/Biologi 2015 )


Berada di tempat yang tak kau inginkan bukanlah hal yang buruk. Ya, aku hanya perlu percaya itu dan semua akan baik-baik saja. Baik-baik saja seperti saat matahari terbit dari timur-pertanda ini belum berakhir-.
            Kalau tidak demi mulyanya patuhi perintah orang tua, Aku benar-benar tak mau berada disini. Tempat yang jauh dari ibuku yang penyayang meski kadang cerewetnya minta ampun ,. Dari Bapak yang humoris tapi disiplin. Dan dari jerapah. Hehehe:D jangan salah paham dulu, Jerapah itu panggilan buat adikku. Tingginya 162 cm tapi siapa sangka umurnya masih 12 tahun. Aku rindu kalian.
            Semuanya berawal dari kedatangan Paman Yos ke rumah kami karena urusan pekerjaan. Daripada menginap di hotel, ayah meminta kakaknya itu untuk menginap di rumah kami saja, sekalian silaturrahmi. Seminggu di rumah kami, beliau mungkin telah melihat potensiku dan akhirnya Paman Yos memutuskan membiyayai sekolahku, beliau sendiri yang memilihkan sekolah untukku dan sayangnya Paman memilihkanku sekolah di Luar kota.
“Sayang sekali Rahma jika anak sepertimu hanya sekolah di SMA terfavorit se-Kota, harusnya kamu masuk di SMA terfavorit se- Indonesia dong!”, Kata paman.
---

Seharusnya tempat ini bisa buatku bahagia, bagaimana tidak? Di tempat ini aku tak perlu menegeluarkan receh untuk beli apapun kebutuhanku. Aku hanya perlu terus menjadi murid berpretasi disini dan mematuhi peraturan asrama. Semua telah terpenuhi, kecuali jiwaku.
            Sejak hari pertama masuk sekolah ini, aku merasa semuanya aneh. Mulai dari muridnya yang bergaya ala super model, wajah horor milik kebanyakan guru, dan tempat tertentu yang sepi alias jarang ada siswa. Tapi,Sam. Diantara cowok-cowok dengan wangi yang membuat cewek-cewek lengket dan penampilan yang selalu modis. Badan Sam kurus tinggi dengan kacamatanya yang sampai-sampai sepert tebal pantat botol. Tapi jangan bayangkan dia seperti anak culun. Sorot matanya tajam.
            Tidak kusangka, Sam si Aneh ini ternyata anak jenius. Tak ada nilai pelajarannya berangka 9. Semuanya 10. Perfect! Aku hanya menggeleng-nggelengkan kepala melihat seluruh nilai sempurnanya di papan nilai. Belum lagi tujuh piala yang berhasil diborongnya sebulan ini. Pernah sekali aku melihatnya tersenyum ketika dia bersama Bu Darma. Ia terlihat manis sekali. Saat itulah rasanya waktu berhenti sesaat, hatiku tenang ,tapi jantungku terus berdegup kencang.Dag. . .Dig. . .Dug. . . Perasaan apa ini?
            Tiba-tiba, tanganku lemas. Brok! Buku-buku dalam boponganku jatuh berserakan. Kedua manusia di depanku terkejut dan menatapku. Sam hanya menatapku aneh, memasukan kedua tangan dalam sakunya, lalu berlalu meninggalkanku. Aku tak memedulikannya. Segera kupunguti buku-bukuku. Dengan cekatan, Bu Darma membantuku. Bu Darmalah satu-satunya guru berwajah ramah di sekolahku. Senyuman manis selalu menghiasi wajahnya. Akupun tak kalah manis membalas senyumannya dan berterimakasih.Dengan mengumpulkan segenap keberanianku, kucoba menanyakan sesuatu tentang Sam. Bu Darma hanya tertawa terbahak-bahak. Ah! Ini benar-benar tidak lucu pikirku. Aku malu. Pipiku memerah. Apakah aku salah bertanya?
---
                                                           
            Hari ini aku datang ke sekolah paling awal. Melancarkan misiku duduk bersebelahan dengan bangku Sam.Ya! Mengikuti saran Bu Darma. Menurutnya, Sam sebenarnya anak yang manis dan penolong. Siapa tahu dengan dekat dengannya, nilai-nilaiku yang pahit bisa berubah menjadi manis.
            Bel masuk berdentang berkali-kali. Sam duduk di sebelah bangkuku, sesuai rencanaku. Ku sapa dia dengan senyuman. Tak ada respon. Dia cuek dan malah sibuk dengan jam tangan hasil karyanya.
            Kucoba lirik jam tangannya. Jam tangan yang penuh tombol. Baru kali ini aku melihat jam tangan aneh. Seaneh penemunya. Melihatku, Sam buru-buru menyambunyikan tangan tempat melingkarnya jam aneh itu. Aku segera kembali ke posisi awal. Huh! Menyebalkan! Kini aku tak yakin rencanaku akan berhasil.
            Tiba waktu istirahat. Aku masih penasaran semua tantang Sam. Dia terburu keluar kelas. Aku harus segera membuntutinya. Tiba di taman belakang, Sam menghilang. Aku terus mengitari taman sepi itu, berharap Sam berada dibalik semak-semak tebal.
            “He! Kamu membuntuti aku ya!”, Hardik suara dari atas. Aku terkaget-kaget dan mendongak ke atas. Tampak Sam sedang duduk santai di atas pohon di kelilingi sarang burung. Aku hanya melongo. Bepikir apa yang sedang dilakukannya di atas sana.
            “Hem... Malah melongo!”,tambahnya dengan tersenyum kecut. Dia mencoba menuruni pohon dengan sarang burung di tangan kirinya. Sarang burung itu kini ia letakan di atas semak-semak tebal.
            “Aku disini karena aku percaya tempat ini mengerti perasaanku. Bahkan burung-burung kecil ini. Ketika aku kemari, burung-burung kecil ini yang selalu menghiburku. Mereka bersahut-sahutan bernyanyi untuku.”,aku mencoba menjadi pendengar yang baik. Tanpa kuminta lagi ia telah menceritakan semua tentangnya kepadaku.
            Benar-benar diluar dugaanku. Dia merawat burung-burung kecil ini dengan telaten. Layaknya sorang induk merawat anak-anaknya.”Kasihan burung ini, dia ditinggal orang tuanya mencari makan. Maka dari itu, aku mencoba menghiburnya dengan datang kemari sebagai sesama anak yang sedang kesepian ditinggal induknya.”
            Aku bingung harus merespon apa? Oh Tuhan. . . Aku baru tahu bahwa Sam adalah anak yang kesepian.
            “Kamu tahu? Ini adalah burung gereja. Burung ini juga bisa kok makan beras……”
            Sam terus mengoceh, aku hanya memandanginya. Namun pikiranku bukan tentang apa yang diomelkan Sam. Tapi tentang penderitaan yang Sam alami.
            Sejak kejadian di taman itu, aku menjadi dekat dengan Sam. Karena pangajaranya juga, kini nilaiku terus meningkat. Pelajaran favorit yang diajarkannya padaku adalah fisika. Ia menjelasakan kepadaku dengan energi yang meledak-ledak. Karena memang ia ahli bidang fisika. Terimakasih Sam!
Ia juga menceritakan fungsi tombol-tombol pada jam tangan yang sempat kukatai “aneh”. Ternyata jam tangannya mempunyai banyak fungsi. Diantaranya adalah mendeteksi akan datangnya hujan bahkan merekam suara. Sebenarnya, ia ingin membuat jam tangan yang bisa mengembalikan dia ke masa lalu yang diinginkan. Namun, nampaknya ia belum juga berhasil.
            Sam pernah bercerita, ia ingin sekali kembali ke masa lalunya bersama kakeknya. Merawat bunga-bunga, memberi makan kelinci peliharaannya, bermain tembak-tembakan. ”Mungkin bagimu itu moment-moment yang konyol dan tidak ada artinya. Namun bagiku itu semua sangat berarti bagiku. Namun kini kakekku sedang tersenyum bahagia di surga. Meskipun aku punya  orang tua yang kini menetap di prancis, namun bagiku kakekkulah orang tuaku.” Aku masih teringat kata-katanya. Langsung menusuk jantungku.
Sam, aku selalu berharap suatu hari nanti kau bisa hidup bahagia. Aku tak ingin senyuman kesedihanmu kembali terbit di wajahmu. Kamu adalah orang tegar yang pernah aku temui Sam. Kamu tak pernah menangis, kamu selalu menghadapi kesedihanmu dengan senyuman. Aku percaya Tuhan punya rencana indah yang DIA simpan untuk kamu Sam.
Pagi itu ia memberi makan anak burung gereja yang kini tumbuh dua kali lebih besar dari pertama kali aku melihatnya. Beras dalam tadahan tangannya kini berubah warna menjadi merah. Sam terus tersenyum melihat anak-anak burung gereja yang terbang indah di angkasa. Sementara ia tak sadar darah segar mengalir dari hidungnya. 
Aku memberitahu Sam dia sedang mimisan. Kusodorkan tissue dari sakuku. Sam tertawa ,”Sudah Faras, kamu tidak perlu khawatir berlebihan gitu dong! Ini kan Cuma mimisan biasa.”. Aku tetap tidak percaya dengan omongan Sam, wajahnya lemas tak bertenaga. Matanya sayu, ia pusing dan mulai memegang kepalanya. Firasatku buruk.
Brok! Manusia kokoh itu kini jatuh tersungkur tak berdaya di tanah. Bunga-bunga seperti layu, daun-daun berjatuhan, dan langit meneteskan air matanya. Aku berteriak histeris meminta tolong. Badan Sam kugoncang-goncangkan berharap dia akan terbangun. Air mata ini tak kuasa kubendung. Aku menangis terisak-isak. Tak lama datang bantuan dari teman-teman.
---
Kupandangi dia dibalik kaca ruang ICU. Sam terlihat lemah tak berdaya dengan infus di pergelangan tanganya dan alat bantu pernafasan udara. Sam, penderitaan apa lagi yang menimpa manusia tak berdosa seperti dirimu? Ya Tuhan, jika kau perkenankan. Gantikan aku yang berbaring diatas sana. Tak tega kumelihat sahabatku yang hidupnya penuh penderitaan kini sedang kesakitan.
Selang satu minggu Sam masih di rawat di rumah sakit. Ia masih belum tersadar dari komanya. Kini aku yang menggantikan Sam merawat burung gereja yang sedih ditinggal sahabatnya.
Tiba-tiba, Bu Darma menghampiriku menyampaikan berita bahagia.”Sam sudah sadar!Dia ingin bertemu kamu.”. Tanpa basa-basi lagi Bu Darma menggandengku menuju rumah sakit. Terimakasih Tuhan! Telah engkau sadarkan sahabatku dari komanya.
Tiba di rumah sakit, kulihat Sam masih memakai alat bantu pernafasanya. Aku segera berlari dengan berurai air mata bahagia mendatanginya. Senyuman manis itu kembali terbit di wajahnya. Ku ungkapkan segala rasa bahagiaku melihatnya kembali membuka mata. Sam melebarkan senyumnya
.”Fa..ras..ka..ka..mu..ja..ngan..ce..pat..menye..rah..ya”,katanya sambil menyodorkan surat untuku. Aku mengiyakan dan berjanji tidak akan cepat menyerah.
Tiiiiiiiittt…..
 Tiba-tiba suara pendeteksi detak jantungnya berbunyi horor. Darahku memanas, tak percaya Dia kini pergi meninggalkan aku. Aku menangis terisak –isak, mataku berkunang-kunang. Aku lemas dan tak sadarkan diri.
                                                            ---
Kuperhatikan seluruh isi ruangan ini. Tampak seorang berwajah keibuan sedang mengelus dahiku. Dia tersenyum melihatku terbangun dari tidurku. Dia, Bu Darma! Ia menyodorkan surat yang pernah disampaikan oleh sahabatku. Aku baru teringat, surat itu belum kubaca. Ku buka perlahan-lahan surat dari Sam.
Hei faras!kamu sedang apa sekarang?
Hei!jangan lupa kasih makan burung gerejanya ya!
Kamu tahu tidak? Aku kemarin bermimpi bertemu kakekku. Aku bahagiaaa sekali!
Kini kebahagiaanku telah datang. Terimakasih ya telah menjadi sahabatku yang selalu setia!
Jangan pernah menyerah ya!Hidup ini indah bila senyuman selalu menghiasi wajahmu.
Semangat ya Faras!Aku ingin melihatmu nanti menjadi wanita luar biasa…
Kelak..dari surga..

Kututup surat Sam. Samudra yang begitu luas, yang mampu menerima segala derita.


Share: