UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Senin, 13 September 2021

Sengsaralah di Awal dan Bahagialah di Akhir

 


Hai, Assalamualaikum Wr. Wb. , Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddaya, Salam Kebajikan untuk kita semua. Pertama-tama Marilah kita Panjatkan Puja – puji  Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikannya, dan juga tidak lupa senantiasa terus berdoa agar diberi keselamatan dan senantiasa dalam Perlindungannya.

Perkenalkan Namaku Ramadhana Fatahillah Al Akbar. Bisa dipanggil Al / Rama. Zodiakku Sagitarius, dan kalian pasti tau kapan aku lahir dari Zodiak itu. Saat ini aku tinggal di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Singosari, Kelurahan Pagentan. Hobiku ialah memikirkan segala sesuatu, atau merencanakan kemudian menyimulasinya. Tapi simulasiku hanya sebatas pemikiran saja, tidak perbuatan. Oh iya, Aku tinggal bersama Orang Tuaku dan 2 adikku. Adikku yang pertama saat ini kelas 9 SMPN, dan adikku yang kedua kelas 4 SDN. Sedangkan aku sendiri merupakan Mahasiswa Semester 3 jurusan Kimia di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Aku memiliki Bapak yang bekerja sebagai wiraswasta (serabutan) dan Ibu yang seorang Ibu Rumah Tangga. Bapak memiliki gaji yang tidak menentu, karena bekerja beberapa hari, namun dapat menganggur selama beberapa bulan. Gaji Bapak sekitar 1 Juta / Bulan yang dibagi 5 anggota keluarga. Bapak dulu kerja di Proyek, namun karena pernah Sakit Lambung yang parah, sehingga tidak ke proyek lagi. Sedangkan Ibu kadang-kadang berjualan dengan menitipkan dagangannya di Sekolah adik saya yang SDN. Namun, karena pandemi Covid-19 Ibu sudah tidak berjualan lagi. Selain itu, keluarga saya juga tidak termasuk dalam penerima KKS (Kartu Keluarga Sejahtera), tidak memiliki KIP (Kartu Indonesia Pintar), dan tidak pernah menerima Bansos apapun. Bahkan, malah dianggap mampu oleh Pemerintah.

Namun, saya terus berpikir bagaimana cara saya membuat keluarga saya memiliki Kehidupan yang berkecukupan, tidak serba kekurangan seperti saat ini. Bahkan untuk makan saja masih susah, apalagi untuk membayar SPP sekolah. Bahkan ijazah SMA saya dan ijazah SD adik saya yang SMP  juga belum bisa diambil.  Oleh karena itu, saya terus mengasah Soft Skill saya seperti kepemimpinan, kerja sama, berpikir kritis, menambah wawasan,  memperbanyak relasi, dan memperbanyak pengalaman melalui Webinar, Pelatihan, Organisasi, dan Volunteer. Tidak lupa saya juga mengikuti berbagai Perlombaan seperti Olimpiade (Akademis) dan Cipta Puisi (Non Akademis). Selain itu, juga belajar Bahasa Asing seperti B. Inggris, Jepang, Arab, Jerman, dll. Dan saya juga tidak lupa untuk belajar Mengaji di Pondok Pesantren yang dekat dengan rumah saya. Karena setinggi apapun ilmu, kemampuan, dan prestasi kita, jika tidak diimbangi dengan Ilmu Agama yang baik, dan Berdoa kepada Tuhan YME. Maka, semuanya akan tidak akan menjadi baik dan sesuai harapan kita.

Alhamdulillah sampai saat ini, berkat Doa Orang Tua dan Ridho dari Tuhan YME. saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, diantaranya Mendapatkan Beasiswa dan sudah lulus dari Digital Talent Scholarship KOMINFO dalam Bidang Kelas Kuliner Gojek Indonesia. Selain itu, saya juga mendapatkan Medali Perunggu pada Olimpiade Kimia oleh POSI, dan menjadi salah satu penulis puisi yang sudah diterbitkan oleh Guepedia.

Saya memiliki tujuan dan impian, yaitu ingin seperti Jendral Besar Soedirman. Bukan karena beliau seorang Tentara, sehingga saya juga harus masuk Tentara. Namun, karena meskipun beliau sakit keras, beliau tetap mendampingi rakyat untuk Bergerilya melawan Penjajah.

Sehingga impian saya yaitu, Melalui Dunia Pendidikan saya akan Bergerilya ke Daerah 3T seperti Bapak Jendral Besar Soedirman  dan juga Mendirikan sekolah untuk anak-anak jalanan, pengemis, dan yang tidak memiliki ekonomi yang cukup agar dapat Memperoleh Pendidikan yang layak. sehingga saya dapat berkonstribusi pada Masyarakat, dan membantu Negara Indonesia untuk semakin Maju, mendidik dan melalui Generasi Muda agar dapat menjadi Pemimpin yang cerdas, berwibawa, dan amanah di Masa Depan.

Untuk meraih impian saya, saya memiliki beberapa strategi. Diantaranya, saya harus meraih Gelar S2 dan S3 predikat minimal Cumlaude di Luar Negeri dengan Beasiswa Penuh, baik dari Pemerintah / dari Kampus saya nantinya / dari Negara tempat saya menempuh S2 dan S3. Sementara itu, saya harus menempuh S1 dengan lulus minimal sebagai Cumlaude di Jurusan Kimia, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Selain itu, selama saya menjadi Mahasiswa S1, saya harus mengikuti berbagai Webinar, Pelatihan, Perlombaaan, Organisasi, dan Volunteer khususnya yang Free / Gratis, Baik dari Dalam Negeri / Luar Negeri. Untuk mendapatkan lebih banyak ilmu, mengasah pemikiran berkritis, menyatakan pendapat, dan bekerja sama dengan orang lain. Serta memperbanyak relasi. dan pengalaman. Dan tidak lupa mengasah kemampuan Bahasa Asing saya, khususnya B. Inggris, dan Jepang. Karena saya ingin melanjutkan S2 di Jepang, dan S3 di Eropa dengan Beasiswa Penuh.

Tapi kenapa saya bisa menjadi Mahasiswa dan Kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, padahal tidak memiliki Ijazah SMA?

karena saya mendaftar Beasiswa KIPK Angkatan saya lulus, yaitu 2020 dan Alhamdulillah saya lolos, sehingga saya dapat Menjadi Mahasiswa seperti sekarang. Namun, jika seandainya Tahun 2020 kemarin saya tidak lolos KIPK, saya tidak akan bisa Kuliah dan menjadi Mahasiswa seperti sekarang, karena tidak memiliki biaya. Sedangkan kedua adik saya tidak mendapatkan KIP (Kartu Indonesia Pintar). Dan kalaupun bekerja, saya tidak tau Bekerja apa dengan Ijazah SMPN.

Banyak sekali motto dalam hidup saya yang saya buat sendiri berdasarkan perjalanan hidup saya, namun yang mungkin bisa menginspirasi ialah

”Jangan Gengsi/Minder, Jangan Takut, Jangan Iri, Terhadap Apapun yang Orang Lain Miliki. Tetaplah Bermimpi dan Terus Berharap. Berdirilah Jika Jatuh, Berdiri Sendiri Tanpa Bantuan Orang Lain. Teruslah Berlari Sambil Menatap ke Depan”.


Singosari, 9 September 2021


Al


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

recent

Recent Posts

Total Pengunjung

Kritik dn Saran

Nama

Email *

Pesan *