UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Selasa, 29 Juni 2021

Merantau Untuk Meraih Mimpi

 

sumber : telisik.id


Oleh: Zahrotun Nihayah

Sebagai anak desa, bisa melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan adalah sebuah impian besar bagi saya, terlebih saya terlahir dari keluarga tidak punya. Bapak saya  hanyalah seorang buruh tani dan ibu saya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Saya adalah alumni dari SMA Negeri 1 Tayu, itu adalah salah satu sekolah favorit di daerah saya. Saya tidak menyangka bisa diterima di sekolah tersebut. Awalnya kedua orang tua saya tidak setuju kalau saya melanjutkan sekolah di SMA karena otomatis nanti saya harus kuliah, beda jika saya sekolah di SMK saya bisa langsung kerja. Tetapi saya bilang kepada kedua orang tua bahwa setelah lulus saya tidak akan melanjutkan kuliah, karena saya tahu biaya kuliah itu mahal. Walaupun sebenarnya dalam lubuk hati saya ingin melanjutkan kuliah tetapi saya harus mengubur dalam-dalam impianku tersebut lantaran tidak ada biaya.  Ketika kelas 11, teman dekatku memberitahu bahwa kuliah itu bisa tanpa biaya yaitu kita mendaftar beasiswa. Hal itu membuatku kembali berpikir untuk melanjutkan studi. Lalu saya mencoba untuk membicarakan hal ini dengan kedua orang tuakau. Aku mengatakan bahwa aku akan mendaftar kuliah dengan beasiswa jika saya tidak diterima pengajuan beasiswa, maka saya tidak akan melanjutkan kuliah. Dan Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menuntut ilmu di bangku perkuliahan. Iya saya diterima di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang jalur UMPTKIN dan juga mendapatkan beasiswa bidikmisi. Saya sangat bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan kepada saya.

Pertama kali saya datang di Malang, saya sangat kaget dengan cuaca kotaMalang yang sangat dingin dan juga ramai sekali. Ini adalah pengalaman pertama saya keluar dari tempat tinggal saya di Pati, Jawa Tengah dan ini adalah pengalaman pertamaku jauh dari kedua orangtua dan keluarga. Berat rasanya meninggalkan rumah dan juga keluarga tetapi ini demi meraih mimpi. Karena pepatah mengatakan berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Semua itu butuh pengorbanan. Ketika ke Malang aku diantar oleh Bapakku dan juga kakak laki-lakiku ke asrama. Iya satu tahun pertama mahasiswa baru UIN Malang wajib di asrama. Hal ini membuat saya tenang karena dengan tinggal di asrama pergaulan saya bersama orang-orang yang baik.

Ketika pertama kali masuk kuliah saya merasa minder, karena sebagian besar teman-tema saya alumni pondok pesantren sedangkan saya hayalah lulusan SMA dan mempunyai bekal Bahasa Arab ketika sekolah MI dan MTs. Iya, saya merupakan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Pertama saya tidak yakin ketika daftar di jurusan ini tetapi saya sangat ingin belajar Bahasa Arab. Mungkin dibanding dengan teman-teman yang lain kemampuan Bahasa Arab saya jauh tertinggal. Tetapi hal itu tidak menjadi alasan untuk saya menyerah. Saya yakin ketika kita mempunyai tekad kuat dan bersungguh-sungguh dalam belajar pasti kita bisa mengejar ketertinggalan kita. Walaupun banyak orang diluar sana yang meremehkan dan menganggap apa yang saya lakukan itu tidak masuk akal dan terlihat konyol, tetapi saya menjadikan itu semua sebagai penyemangat untuk terus belajar dan membuktikan bahwa saya bisa. Meskipun awalnya aku merasa minder tetapi kedua orangtuaku meyakinkannku bahwa kalau saya minder saya tidak bisa maju kedepan dan tidak bisa mengejar ketertinggala saya.Oleh karena itu, saya harus yakin bahwa aku bisa. Kedua orangtuaku dan keluargaku adalah penyemangatku.

Untuk kalian yang mempunyai mimpi, kejarlah sampai engkau mendapatkanya. Jangan pernah dengarkan omongan orang di luar sana yang suka merendahkanmu. Kita cuma punya dua tangan yang tidak mungkin bisa menutup satu persatu mulut orang-orang tetapi kita punya dua tangan yang bisa kita gunakan untuk menutupi kedua telinga kita. Jangan jadikan kemiskinan kita sebagai alasan untuk tidak melanjutkan studi. Ada banyak jalan untuk melanjutkan studi tanpa membayar biaya perkuliahan, salah satunya adalah dengan mendaftar beasiswa bidikmisi. Akan tetapi, kita harus menggunakan beasiswa tersebut dengan baik, jangan sia-siakan kesempatan itu karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut. Jadikan kedua orangtuamu sebagai alasan untuk meraih impian yang mana aka membuat kedua orangtuamu bahagia. Walaupun itu semua tidak bisa membalas jasa-jasa kedua orangtua kita tetapi setidaknya kita telah membuat mereka bahagia dan itu karena kita.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

recent

Recent Posts

Total Pengunjung

Kritik dn Saran

Nama

Email *

Pesan *